pada suatu sore di pertengahan jalan terjadilah sebuah pertengkaran
kecil di antara sepasang kekasih, datanglah seorang bapak tua berusaha
memisahkan mereka berdua, awalnya pasangan tersebut menolak dipisahkan
dan meminta bapak tua tersebut untuk tidak menghentikan pertengkaran di
antara mereka.
Tetapi akhirnya mereka juga menyerah, merasa sangat tidak pantas
mereka bertengkar di tengah jalan, dan sudah menarik banyak perhatian
masyarakat sekitar.
Mulai babak baru pertengkaran mereka, sekarang adalah pertengkaran
memperebutkan perhatian dan pembelaan dari sang bapak tua tersebut,
bapak tua tersebut berusaha tidak membela siapapun, dan meminta mereka
menceritakan permasalahan mereka perlahan-lahan.
Sang pria tersebut merasa sang wanita tidak mengerti dirinya, karena
pasangannya meminta dia harus menemani kemanapun dia berada dan
melaporkan setiap keberadaannya, dan wanita tersebut pun berpikir
sebaliknya, merasa wanita tersebut diperlakukan hal yang sama, karena
setiap dia pergi
Akhirnya bapak tersebut menjawab dengan sederhana PUTUS
saja kalian berdua, pasangan tersebut langsung shock seketika,
mendapatkan jawaban seperti itu, sangka mereka bapak tua tersebut akan
memberikan pembelaan salah satu dari mereka.
Kenapa begitu , jawab mereka berdua secara bersamaan, dengan santai
jawab bapak tua tersebut, kalian jawab pertanyaanku, kenapa kalian
tidak bisa terbang? Sedangkan burung dapat terbang?
Simpel , karena burung punya sayap untuk terbang, baik lalu kenapa
ayam tidak bisa terbang, padahal punya sayap, begitu pula dengan burung
yang berada di sangkar, beda daya jelajahnya dengan burung yang
berterbangan di alam bebas.
Bukankah sama seperti hubungan kalian yang saling mengekang satu
sama lain, bagaimana hubungan kalian akan terbang melesat, sedangkan
kalian saling mengekang satu sama lain.
Hubungan yang sehat adalah saling membahagiakan, bukan saling
membatasi, ketika perpisahan itu terjadi yang tersisa akhirnya adalah
sebuah penyesalan yang berujung pada kepedihan.
Dulu saya pernah melakukan kesalahan yang sama, saya berpikir untuk
melindunginya, akhirnya malah sebaliknya dia larut dalam kesedihan,
karena takut apa yang dilakukannya hanya menimbulkan sebuah kesalahan,
akhirnya pikirannya terhimpit di dalam pemikiran rasa bersalah,
akhirnya menelan obat tidur dalam jumlah banyak sehingga sampailah
kepada kematiaan, memisahkan kami.
Akhirnya pasangan tersebut menyadari kesalahan mereka dan berjanji
untuk setia melindungi namun memberikan kebebasan dalam setiap hubungan
mereka.
Saudara bukankah seringkali hal tersebut terjadi di dalam
hubunganmu, yakinlah kau tidak memberikan solusi apapun untuknya,
justru kau menyakitinya perlahan
"jangan sampai anda kehilangan orang yang mencintaimu hanya karena kau
tidak memberikan ruang yang cukup untuk dirinya menjadi dirinya sendiri.